Description
PEKANBARU, KOMPAS — Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu, Bengkalis, Riau, mulai menimbulkan dampak kabut asap di Kota Bengkalis. Rabu (4/3), kota terluar Riau yang berbatasan dengan Malaysia tersebut diselimuti asap cukup tebal yang mengganggu kegiatan warga.
"Jarak pandang Rabu pagi memang cukup pendek. Namun, pada siang hari sudah kembali membaik," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis M Jalal yang dihubungi dari Pekanbaru, Rabu.
Menurut Jalal, asap yang ada di Bengkalis tidak hanya berasal dari wilayah Bengkalis. Asap juga berasal dari kebakaran lahan di Pulau Padang, Kabupaten Meranti. Pertemuan asap dari Siak Kecil dan Bukit Batu serta Meranti membuat konsentrasi asap semakin besar.
"Kemarin juga terjadi kebakaran di areal dekat bandara Pertamina di Sei Pakning. Kebakaran itu juga memperparah (kabut asap)," kata Jalal.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Bukit Batu Komisaris Sazli Rais mengatakan, kebakaran itu bisa dipadamkan pada Selasa malam.
Badan Lingkungan Hidup dan BPBD Bengkalis, Rabu pagi, membagikan masker kepada masyarakat. Rabu pagi, Indeks Standar Pencemaran Udara sudah memasuki level tidak sehat. Jarak pandang berkisar 500-1.000 meter. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Jalal mengatakan, kondisi Bengkalis sangat kering. Sudah dua bulan tidak hujan. Ini antara lain membuat kebakaran hutan di Siak Kecil dan Bukit Batu belum dapat dipadamkan.
Lokasi kebakaran di Kecamatan Siak Kecil tersebar di Desa Tanjung Belit, Tanjung Damai, dan Sumber Jaya. Kebakaran sudah lebih dari sepekan. Pemadaman sangat sulit dilakukan karena kurangnya personel serta kondisi lapangan yang tidak mendukung. "Sangat sedikit sumber air di lokasi. Lagi pula akses masuk ke daerah terbakar sangat sulit. Upaya penyemaian awan hujan agaknya belum mencapai Bengkalis," kata Jalal.
Penyebaran api dipercepat dengan embusan angin yang cukup kencang. Bunga api terbang ke lokasi baru dan menciptakan kebakaran di lokasi lain. Diperkirakan luas kebakaran mencapai 100 hektar. Pemadaman terus dilakukan oleh BPBD dibantu Manggala Agni dan pemadam kebakaran dari beberapa perusahaan.
Jalal mengatakan, kebakaran juga terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Lokasi kebakaran secara umum berada di dekat konsesi hutan tanaman industri PT Sumatera Riang Lestari. Proses pemadaman dibantu oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggunakan dua helikopter dengan cara menjatuhkan bom air.
Trisia Megawati, Juru Bicara PT RAPP, mengatakan, api di Pulau Rupat sudah dapat dikendalikan. Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mengendalikan kebakaran termasuk pemantauan di darat dan udara. Pantauan satelit dikombinasikan dengan teknologi fire danger rating system untuk memitigasi dan mendeteksi bahaya kebakaran sedini mungkin.
Dia mengatakan, RAPP sudah bersiap mengantisipasi bencana asap dan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pihaknya menyiagakan 700 Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran termasuk 630 anggota Masyarakat Peduli Api.
Dari Kabupaten Pelalawan dilaporkan, kebakaran terjadi di Kecamatan Langgam, Pelalawan, dan Teluk Meranti. Kebakaran di Langgam pada lahan gambut.
Titik panas
Berdasarkan pantauan satelit pengindera cuaca, Aqua Terra, terjadi peningkatan titik panas di wilayah Sumatera. Selasa, jumlah titik panas masih 20, kemarin mencapai 96. Sebanyak 86 di antaranya di Riau.
Setelah dianalisis dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen, sebanyak 55 titik hampir dipastikan sebagai lahan/hutan yang terbakar. Penumpukan kebakaran di Bengkalis (24) disusul Meranti (13). Tujuh wilayah kabupaten kota lainnya juga memiliki titik panas di bawah 5.
Cuaca di Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, kemarin, cerah. Pekanbaru sangat berpotensi mengalami kabut asap kiriman dari Bengkalis atau daerah utara Riau, atau pesisir timur Sumatera. Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Sugarin, asap dari Bengkalis dapat bergerak ke Pekanbaru karena asap bergerak dari utara ke selatan.
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|