Verified

Tiga Sungai di KBB Tercemar Limbah

16:13 Nov 4 2015 Bandung Barat, Nagari TIMBULUN, West Sumatra, Indonesia

Description
NGAMPRAH,.- Sedikitnya tiga sungai di wilayah Kabupaten Bandung Barat saat ini tercemar limbah industri dan rumah tangga. Akibat pencemaran, sungai-sungai tersebut tak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Asep Sulaiman menuturkan, ketiga sungai tersebut yaitu Sungai Cihaur, Cibingbin, dan Cipeusing yang mengalir di sekitar kawasan industri Batujajar dan Padalarang. Tingkat pencemaran ketiga sungai tersebut mulai dari sedang hingga berat.

“Berkali-kali kami mengambil sampel dari sungai-sungai tersebut dan memang hasilnya terjadi pencemaran. Jadi, sungai-sungai itu sudah tidak layak untuk digunakan bagi kebutuhan manusia,” ujarnya di Ngamprah, Rabu (4/11/2015).

Pencemaran ketiga sungai tersebut, lanjut dia, sudah berlangsung lama dan masih terjadi hingga sekarang. Pencemaran disebabkan buangan limbah industri dan juga limbah rumah tangga.

Pencemaran air sungai seperti tingkat biochemiycal oxygen demand (BOD) yang tinggi, menurut dia, akan memengaruhi kandungan oksigen di dalam air. Selain itu, kandungan bakteri E. coli juga memengaruhi kualitas air sungai.

“Sisa-sisa detergen pakaian juga turut mencemari air sungai. Kondisi ini diperparah dengan limbah cair pabrik dan industri rumah tangga,” katanya.

Untuk mengatasi pencemaran sungai tersebut, Asep mengaku pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah industri di sekitar aliran sungai. Sejauh ini, menurut dia, sejumlah industri tersebut memang rata-rata sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Namun kami tetap melakukan pengawasan bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Sebab meski sudah ada IPAL, tetapi pencemaran tetap berlangsung. Jadi, ini yang terus kami awasi,” katanya.

Meski demikian, warga di sekitar aliran sungai merasa jenuh dengan wacana pemerintah untuk mengatasi pencemaran sungai. Soalnya, pencemaran terus terjadi dan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Pencemaran Sungai Cihaur di Padalarang misalnya, sudah berlangsung bertahun-tahun. Berbagai pemeriksaan dan uji sampel juga telah dilakukan instansi terkait tetapi tidak ada penanganan lebih lanjut.

Dampak dari pencemaran sungai tersebut, sejumlah warga di sekitar sungai terserang penyakit kulit. Mereka mengalami iritasi hingga gatal-gatal disertai rasa panas seperti terbakar.

Dampak limbah yang berasal dari anak-anak sungai di kawasan industri itu salah satunya dialami oleh Ramlan (27), warga Kampung Ciluncat, RT 1 RW 9, Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang. Kulit di sekujur tubuh Ramlan mengalami iritasi hebat. “Sudah berobat ke puskesmas dan diberi salep. Tapi, kulit saya masih tetap seperti ini,” katanya. (Cecep Wijaya/A-147)
Credibility: UP DOWN 0

Additional Reports

Industri Cemari Sungai

13:50 Jun 08, 2011

Batang Arau., 53.48 Kms

Sungai Tercemar, Pencari Lokan Inderapura Barat Ngadu ke Walhi

11:08 May 24, 2013

Padang, Indonesia, 54.05 Kms

Ekosistem Batang Tapan Rusak

10:36 May 24, 2013

Padang, Indonesia, 54.05 Kms

Batang Hari Tercemar Air Raksa

15:15 May 01, 2013

Padang, Indonesia, 54.05 Kms